Simalungun, hetanews.com - Pangulu Nagori Marihat Mayang, Marsita mengatakan kepada hetanews melalui sambungan seluler, Kamis ( 15/10 ), kejadian pembakaran yang dilakukan masyarakat terhadap UD MAJS setelah melakukan pertemuan di kantornya.
"Sudah jadwalnya memang bertemu hari ini, untuk membicarakan tuntutan masyarakat pada UD MAJS, " kata dirinya dan mengatakan tidak megetahui apa isi dari tuntutan itu.
Kemudian pangulu itu juga mengatakan, jadwal itu ada setelah masyarakat melakukan demo di UD MAJS tersebut beberapa waktu lalu, dan pihak pangulu memfasilitasinya bertemu hari ini. "Masyarakat awalnya meminta, dan perwakilan dari UD mengatakan agar menunggu restu dari atasannya," kata Marsita dengan nada gugup.
Lalu terang Marsita, setelah pertemuan itu, dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi, dan dalam pertemuan juga tidak mengetahui apa yang dibicarakan.
"Aku gak tahu apa apa, jumpalah kita pak. Gak tahu aku pak, kenapa bisa jadi gini," sambung dirinya yang mengaku sedang dalam perjalanan menuju Polsek Huta Bayu Raja.
Terdengar juga Marsita seolah menutupi persoalan mengapa terjadi pembakaran UD MAJS, Ini sesuai apa yang dilontarkan dirinya, bahwa Ia tidak tahu apa yang dituntut masyarakat kepada perusahaan yang berada di kawasan hutan resapan air Register 18/SM.
"Gak tahu aku pak apa apa yang dituntut masyarakat. Masyarakat dan pangulu melakukan pertemuan hari ini terkait UD MAJS itu," ucapnya gugup.



Posting Komentar